Jumat, Oktober 19, 2012

Gunung Mas Puncak



Agro Wisata Gunung Mas Puncak, Bogor merupakan lokasi wisata milik PTP Nusantara VIII. Lokasinya berada ditengah-tengah kawasan Puncak.
Lahannya yang luas terhampar dipenuhi dengan kebun teh yang menghijau sejauh mata memandang menciptakan suasana dan pemandangan yang indah. Apalagi dengan posisinya yang berada di ketinggian 800 - 1200 meter dpl dengan suhu rata - rata 12-22 derajat celcius, udara di lokasi ini sungguh segar.
Fasilitas yang terdapat dilokasi ini antara lain :
Kolam pemancingan
○ Tea Walk
○ Pusat jajanan
○ Terbang layang dan paralayang
○ Berkuda
○ Pemandian air panas
/Rem

Sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxaeuD48iSmzEYuraQ_ISPGDZoBKIoB88RkKMcBz0AUlpuScQu7k90v1ih2Ya_xv5Y_yK6js9TJ_-TKcVeQM_uVXIKrwPVyXZZBKw8ocWGkYVIcEmp2KA-Qbu-estkfwzHIZsYo6MHdA/s1600/gunungmas3.jpg

Sabtu, Oktober 13, 2012

Kemang



Sebelum krisis moneter dan banyaknya kejadian teror dan kerusuhan di Indonesia, Kemang pernah menjadi salah satu pusat aktifitas wisatawan asing di Jakarta selain Jl. Jaksa. Bersama dengan kawasan Bangka, Kemang merupakan kawasan tempat berkumpulnya para wisatawan maupun expatriat yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya. Dulunya dikawasan ini banyak kita temui cafe, restoran dan tempat-tempat hiburan yang tidak kalah menariknya dengan Kuta di Bali. Oleh sebab itu banyak orang yang menyebut Kemang sebagai "Little Kuta". Warga negara asing berkulit putih yang lalu-lalang di kawasan ini merupakan pemandangan yang lazim saat itu.

Tetapi seiring dengan berkurangnya wisatawan asing yang berkunjung ke Jakarta, banyak usaha cafe dan restoran dikawasan ini yang bangkrut sehingga saat ini banyak kita lihat gedung-gedung kosong bekas tempat-tempat hiburan yang terbengkalai.

Pemerintah DKI melalui Dinas Pariwisatanya diharapkan dapat memperhatikan hal ini. Upaya menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Jakarta perlu dilakukan sehingga kawasan Kemang dan Bangka sebagai salah satu aset pariwisata Jakarta yang saat ini mati suri dapat berkembang kembali.

/Rem

Sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyzYdM0a-HDpcOkwjqsdBI6aGYp04edJ0njOSZsKkOxfsKFZfQcW9EEjglPSeMHRkR-4nlDVHjREd1iCxMBoZ56s0KJSRxlQKn_TxiCwqKcsxx8nhkJtCbMxKcAMPue8Fhw-OsT9F2Tl0/s1600/Kemang3.JPG

Jumat, Oktober 12, 2012

Galeri Seni di Bandung dan Sekitarnya

Mungkin anda tertarik untuk mengkoleksi barang-barang antik dan seni? Silahkan mampir ke lokasi pameran dan penjualan barang seni berikut:

  • Selasar Sunaryo
  • Galery Barli
  • NU Art Galery Jeihan
  • Galery Popo
  • Galery Sujana Kerton
  • Galery Pirous
  • Galery Hidayat
/Dew

Selasa, September 06, 2011

Pasar Ular Sajikan Aneka Produk Bermerk

Aneka produk yang beragam jenis seperti celana, kemeja, kaos, sepatu, jam tangan, jaket, tas dan parfum bermerk dijajakan para pedagang yang menempati kios-kios sempit di sepanjang lorong Pasar Ular Permai dan Plumpang, Jakarta Utara. Walaupun aktivitas jual beli berlangsung di lorong yang sempit namun tidak menjadi hambatan bagi para pembeli untuk terus memburu barang-barang import maupun ekspor yang dijual dengan harga miring

Sejak tahun 1960-an, Pasar Ular sudah berdiri dan barang-barang yang diperjualbelikan diperoleh dari para ABK yang kapalnya tengah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Salah satu barang yang dulu menjadi idola para konsumen yaitu sepatu otafuku, sepatu kulit fantofel asli buatan Jepang. Kekuatannya bisa bertahan hingga 10 tahun. Waktu itu, dari ABK sudah dibandrol dengan harga Rp 12.500, tapi oleh si pedagang bisa dijual dengan harga Rp 29 ribu.

Uniknya, barang yang dibeli itu bisa berputar dimana-mana. Dari si A dijual kepada si B, lalu dijual lagi kepada C dan seterusnya bahkan kembali lagi kepada penjual pertama Seperti itulah sejarahnya dikarenakan sistem penjualannya berputar putar seperti ular makanya dinamakan Pasar Ular.

Awalnya, Pasar Ular berlokasi di sekitar daerah Kebon Bawang, Jakarta Utara. Waktu itu belum ada kios. Cuma ada gerobak yang digunakan untuk memajang baju-baju atau barang-barang yang asalnya dari luar negeri. Barang-barang bermerk luar negeri terkenal seperti Esprit, Guess, Banana Republic Braun Buffel, Alexandro, Breatling tumpah ruah di kios-kios tersebut. Kalau soal harga, jangan khawatir, dijamin jauh lebih murah ketimbang di tempat lain. Padahal harga resminya jauh lebih mahal.

Dengan membawa uang Rp 100 ribu, Anda sudah bisa mendapatkan dua item barang bermerk terkenal. Tapi ada syaratnya, Anda harus pandai menawar, mengerti harga dan mengenali barang. Bahkan aneka pakaian untuk anak-anak dengan merk terkenal bisa didapatkan dengan harga yang murah.

“Murah sekali disini pakaian bermerk yang kualitasnya bagus hanya dijual dengan harga Rp 25 ribu. Selain itu, modelnya baru terus sehingga tidak ketinggalan zaman,” ujar Dini (32), warga Semper Barat yang tengah sibuk memilih pakaian untuk buah hatinya yang berusia 3 tahun.

Ia mengharapkan lokasi Pasar Ular dapat diperluas sehingga pembeli dapat leluasa menjalani interaksi tawar menawar dengan penjual. “Tempatnya yang sempit menjadi kendala utama dan juga bisa mempermudah ulah copet untuk merampas barang-barang berharga milik pembeli,” keluh Dini.

Tapi perlu diketahui, kini barang-barang yang dijual di Pasar Ular ini bukan kualitas import. Tidak ada lagi barangbarang bermerk dari kapal kalaupun ada cuma satu dua. Kebanyakan barang-barang ini kualitas export. Selain sudah jarang yang menyuplai, kebanyakan barang-berang bermerk ini membuka pabriknya di Indonesia. Sebab untuk kualitas, produk Indonesia diacungi jempol oleh dunia. Pekerjaan tangan Indonesia dianggap yang terbaik, terhalus dan terlengkap diseluruh dunia.

Cina memang dapat menghasilkan barang-barang mass production yang super murah, tapi masih kalah secara tehnik dari kerajinan tangan dengan Indonesia. Buatan Thailand memang sangat halus, namun ragamnya tidak sebanyak Indonesia. India ragamnya memang banyak, tapi agak kasar kualitasnya. “Barang-barang di luar negeri kebanyakan diproduksinya di Indonesia dan barang-barang yang beredar di luar negeri itu asalnya dari Indonesia ,” ujar Sardi (45) pedagang jaket kulit di Pasar Ular Plumpang.

Hingga kini, jumlah pedagang di Pasar Ular mencapai 160 orang dan 60 pedagang lainnya berjualan tanpa memliki kios. Sedangkan lahan yang ditempati Pasar Ular tersebut adalah milik PT Perusahaan Listrik Negara. Direncanakan lahan seluas 800 meter persegi itu akan menjadi lahan terbuka hijau dan pedagang Pasar Ular Plumpang akan direlokasi ke Pasar Walang Baru, Koja milik PD Pasar Jaya.

“Saya tidak setuju kalau dipindahkan karena akan kehilangan pelanggan dan pastinya omzet setiap harinya jauh lebih berkurang. Setiap hari libur jumlah pengunjung dari berbagai daerah datang kesini untuk berbelanja dan omzet bisa melonjak hingga 3 kali lipat,” tegas Ridwan (36), pedagang pakaian yang sudah berjualan selama 15 tahun menggantikan orang tuanya.

Penulis: Louise

Sumber Pustaka: http://en.wisatapesisir.com/news/147-pasar-ular-sajikan-aneka-produk-bermerk
Sumber Gambar: http://www.beritajakarta.com/images/video/pasar_ular.jpg

Kamis, September 30, 2010

Monumen Nasional (Monas)

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda.

Sejarah
Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1920an. Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R. M. Soedarsono, mulai dibangun 17 Agustus 1961, dan diresmikan 12 Juli 1975 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto.Pembangunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang. Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia. Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.

Konstruksi dan Pameran
Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 meter. Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan. Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas. Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945). Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kudanya, terbuat dari perunggu seberat 8 ton. Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario Bross di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning". Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang. Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 Waktu Indonesia Barat. /RS